FMKI DAN KSKW KAB. WONOGIRI GELAR LITERASI MEDIA SOSIAL UNTUK PELAJAR SMA

 

Masifnya penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial belakangan ini sangat berpengaruh besar terhadap pandangan masyarakat. Berita hoax yang paling sering diviralkan adalah terkait isu SARA, ujaran kebencian, issu ekonomi serta kesehatan. Berita hoaks memang sengaja diproduksi oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mendapatkan keuntungan dan merusak nilai-nilai kebangsaan.

Berangkat dari keprihatinan inilah, Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kab. Wonogiri dan Keluarga Siswa Katolik Wonogiri (KSKW) menyelenggarakan Pelatihan Literasi Media dalam rangka merayakan pesta paskah 2018 kepada Pelajar SMA/SMK Katolik se-Kabupaten Wonogiri pada hari Jumat-Sabtu, 13-14 April 2018, bertempat di Sekolah Dasar Kanisius Jamprit, Baturetno, Wonogiri. Pelatihan literasi media diikuti oleh peserta sekitar 68 pelajar dan 15 pendamping.

Tema yang diangkat dalam pelatihan literasi media adalah :“Kritis Terhadap Kabar Sesat – Cara Bijak Tangkal Hoax”. Staff Khusus Kantor Kepresidenan Bidang Media Sosia, Alois Wisnuhardana dan Ketua Umum  Forum Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta, Yulius Setiarto hadir sebagai narasumber.

Andi Asmara, selaku penanggung jawab kegiatan, memaparkan bahwa kegiatan literasi media sosial yang dijahit dalam sebuah bentuk kegiatan rekoleksi pelajar merupakan hasil kolaborasi antara generasi milenial KabupatenWonogiri yang terhimpun dalam KSKW dan FMKI Kab. Wonogiri. “Kegiatan ini merupakan bukti bahwa generasi milenial di Kabupaten Wonogiri tak mau berdiam diri dan berpangku tangan saja menyaksikan situasi yang ada hari ini. Kami berkomitmen untuk melanjutkan literasi media sosial ini ke lingkungan-lingkungan di sekitar kami sebagai bentuk mewartakan kabar baik, kabar gembira di masa kini” pungkas aktifis FMKI Kab. Wonogiri, yang sehari-hari berprofesi sebagai guru agama.

Pelatihan literasi media sosial ini bertujuan untuk menyadarkan dan mengedukasi masyarakat khususnya anak-anak muda bahwa penyebaran berita bohong adalah sebuah aktivitas yang melanggar hukum dan tentunya dilarang oleh gereja katolik. Ditemui terpisah, Yulius Setiarto (Ketua Umum FMKI KAJ) mengatakan gerakan melawan hoax menjadi salah satu fokus utama FMKI KAJ. Karenanya, sejak tahun 2017 FMKI KAJ aktif menjalin relasi dengan berbagai mitra mengadakan literasi media sosial di berbagai tempat di seluruh Indonesia.” Penegakan hukum merupakan kunci utama untuk memerangi hoax. Namun demikian, tanpa partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, pemberantasan hoax tentu tidak akan berhasil” ujar Yulius Setiarto menutup perbincangan.

Berita hoax sebenarnya sangat mudah untuk dideteksi. Konten-kontenya cenderung berisi tentang hal-hal yang bersifat negative, judul berita biasanya sangat provokatif, sumber berita tidak jelas, mengandung kata-kata yang sangat khas seperti viralkan/sebarkan serta mengandung fanatisme yang berlebihan

Dampak dari berita hoak memang sangat meresahkan masyarakat. Penyebaran berita hoax bisa mengakibatkan masyarakat menjadi bingung mana berita yang bisa dipercaya. Disisi lain penyebaran berita hoax juga dapat memicu perpecahan antar kelompok ataupun agama. Masyarakat akan terpecah belah karena hoax.

Peserta sangat diharapkan untuk mampu mencerna setiap informasi yang diterima, membedakan informasi mana yang benar dan mana yang hoax. Selain kemampuan mendeteksi dan menyaring berita hoax, peserta pelatihan juga didorong untuk berani mencegah dan melawan kabar hoax dengan melakukan gerakan-gerakan yang membangun keharmonisan dan kebhinekaan.

Berikut langkah-langkah yang bisa digunakan untuk melawan dan mencegah penyebaran berita hoax :

  • Jangan langsung menyebarkan, jika mendapatkan berita yang belum tahu kebenarannya.
  • Cermati sumber pembuat berita. Pastikan memiliki keterangan yang jelas mengenai alamat redaksi.
  • Cek keberadaan berita tersebut pada media yang lebih kredibel.
  • Periksa domain website berita tersebut menggunakan situs WHO.IS.

Langkah ini untuk memeriksa kapan website tersebut dibuat dan siapa pembuat atau pemilik website tersebut.